PRAKTEK TERBAIK MENGGUNAKAN PELUMAS PDF Print E-mail
Add Berita | Artikel
Written by Administrator on Wednesday, 27 January 2010 00:00   
Diskusi intensif mengenai pelumas belum terasa lengkap jika tidak membicarakan pelumas untuk kendaraan otomotif. Mengapa demikian? Sebab penggunaan pelumas jenis ini cukup besar di dunia. Dan yang lebih menarik adalah topik ini jauh lebih menarik daripada topik pelumas jenis lain. Di negara-negara maju atau bahkan di negara-negara yang sedang berkembang, kendaraan otomotif seperti mobil, bukan hal yang mewah lagi dan sebagian besar penduduk sudah memilikinya. Tidak dipungkiri kepemilikan mobil masih menjadi refleksi kemampuan finansial bagi pemiliknya. Bagi para pemilik mobil (baca kendaraan otomotif) yang peduli dengan mobilnya, hanya menggunakan rekomendasi pabrikan mobilnya. Alasannya sangat mendasar dan masuk akal : 1. Pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan selalu sudah melalui berbagai pengujian yang teliti pada seluruh kondisi-kondisi operasi mesin. 2. Pemilik mobil akan mendapatkan asistensi atau bahkan warranty pada saat mendapatkan masalah teknis permobilan yang terkait dengan pelumasan, dengan catatan sepanjang pelumas yang digunakan sesuai rekomendasi pabrikannya. 3. Keuntungan yang didapat pada saat menggunakan pelumas yang tidak direkomendasikan oleh pabrikan tidak sebanding dengan kerusakan potensial yang timbul. 4. Penggunaan non recommended oil sering diikuti hilangnya warranty atau jaminan perbaikan kerusakan. Walaupun demikian pada kasus-kasus khusus rekomendasi pelumas dari pabrikan kadang-kadang tidak valid. Misalnya, para pemilik mobil klasik akan sering mengalami kesulitan guna menemukan pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan, bahkan untuk mobil baru sering kali terjadi pelumas yang direkomendasikan tidak terdapat atau tidak dijual di negeri atau benua di luar negera pembuatnya. Disinilah perlunya kemampuan untuk memastikan kompabilitas di pelumasnya. Para mekanik andalan olahraga otomotif seperti rally atau operator kendaraan lain justru sering melakukan riset intensif untuk meneliti penggunaan pelumas diluar yang direkomendasikan pabrikan. Justru dari pengalaman empiris, mereka sering menemukan bahwa alternatif diluar justru memberikan performance yang lebih baik. Pelumas yang direkomendasikan pabrikan sering merupakan pelumas yang popular di pasar-pasar serta dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun sesungguhnya masih terdapat banyak pelumas alternatif. Sejak tahun 1958-an terdapat banyak perubahan besar dalam teknologi mesin otomotif khususnya mesin-mesin spark-ignition. Dan perubahan teknologi ini sedikit banyak mempengaruhi jenis pelumas yang dipakai, sebelum tahun 1950-an mesin-mesin besar selalu menggunakan karburator dimana pelumas mesinnya selalu terpisah, berbeda dengan pelumas gear box-nya. Sebagian besar perubahan teknologi tidak hanya menyangkut perubahan teknis seperti penggunaan automotive transmission atau supercharging. Salah satu faktor pendorong perubahan teknologi pelumas maupun mesin adalah tekanan penurunan polusi gas buang. Terobosan pertama adalah perhapusan lead dalam bensin. Penurunan konsentrasi sulphur, terutama dalam bahan bakar mesin diesel. Bahkan di beberapa negara terdapat kewajiban “Zero Sulphur” dalam beberapa tahun ini. Kepedulian utama adalah problem pemanasan global yang utamanya disebabkan oleh “efek rumah kaca” yang dapat merusak lapisan ozone bumi. Yang menjadi kontributor terbesar pada rusaknya lapisan Ozone adalah CO2, disamping itu oksida nitrogen, hidrokarbon yang tidak dapat terbakar dengan sempurna dan partikel-partikel karbon juga menjadi penyumbang besar. Salah satu cara untuk mengurangi CO2 adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon. Teknik yang digunakan hingga sejauh ini tidak terlalu berpengaruh pada pelumas mesinnya. Teknik tersebut antara lain: pencarian bahan bakar alternatif seperti biomassa dan hydrogen, direct fuel injection dan mengurangi proporsi bahan bakar dan campuran pembakarannya. Teknik yang lain disebut “clean burn” cukup berpengaruh pada pelumasannya karena akan menaikkan temperatur pembakaran. Sebagian kecil dari bahan bakar dikonsumsi oleh mesin untuk mengurangi gesekan internal dalam mesinnya sendiri serta dalam transmission-nya yang terkoneksi. Hal ini jelas punya relasi dengan pelumas. Gesekan internal yang terjadi dalam mesin dan transmisi sebagian diantaranya disebabkan karena gesekan yang terjadi diantara molekul-molekul pelumas sendiri (Viscous Friction) dan sebagian karena gesekan batas yang terjadi antara pelumas dengan permukaan mesinnya (Boundary Friction). Dalam seluruh mesin otomotif terdapat proporsi viscous friction yang cukup besar walaupun proporsi boundary friction justru lebih sering terjadi pada mesin bensin daripada mesin diesel. Oleh karena itu untuk mengurangi konsumsi bahan bakar akibat terjadinya gesekan internal diperlukan pelumas yang lebih encer, namun dengan catatan boundary friction serta keausan dapat dijamin tidak meningkat. 50 tahun yang lalu sebagian besar pelumas mesin adalah single grade seperti SAE 30, SAE 40 & SAE 50. Di Negara-negara yang mempunyai variasi temperature yang besar pada saat musim panas dan musim dingin, maka pada saat itu biasanya para pemilik mobil selalu mengganti pelumasnya dengan pelumas yang lebih encer misalnya SAE 10 W atau 20 W pada saat musim dingin. Kelemahan pelumas seperti ini adalah di satu sisi mobil mempunyai performance yang bagus pada saat Cold Starting namun, disisi lain pelumas ini akan kesulitan mencapai viskositas yang optimal guna memberikan pelumasan yang efektif di komponen-komponen mesin bertemperatur panas seperti silinder dan piston. Sebagian besar pelumas mesin pada saat ini mempunyai viskositas multigrade yang dapat melayani kebutuhan temperatur rendah maupun temperatur tinggi. Pelumas-pelumas multigrade yang konvensional rata-rata mempunyai viskositas SAE 15W-40, atau SAE 20W-50. pelumas-pelumas jenis ini mampu memberikan pelumasan yang efektif namun viscous friction-nya relatif tinggi. Oleh karena itu untuk mengurangi viscous friction ini kecenderungan yang demikian progresif saat ini adalah dengan menggunakan pelumas yang viskositasnya lebih rendah. Pelumas-pelumas mesin diesel maupun mesin bensin saat ini pada umum menggunakan SAE 15W-40. Namun kecenderungan rekomendasi generasi baru dari pabrikan lebih mengarah kepada SAE 5W-30, 5W-20 atau bahkan 0W-20 untuk memenuhi ketentuan emisi. Perubahan viskositas dari SAE 20W-50 menjadi 5W-20 akan mampu menurunkan viskositas pada temperatur tinggi sebesar 60%. Hal ini akan mengurangi gesekan namun memberikan efek margin proteksi yang lebih rendah pada komponen-komponen mesin yang dilumasi. Dari kecenderungan yang ada dan demi keekonomian bahan bakar pelumas-pelumas masa depan akan mengarah ke SAE 10W-30 dan bahkan akan diikuti dengan pelumasan yang viskositasnya lebih rendah lagi yaitu SAE 5W-20 dan SAE 0W-20. Penggunaan pelumas yang lebih rendah viskositasnya akan berdampak pada meningkatnya operasi pelumasan kotor/boundary. Oleh karena itu harus dipastikan bahwa perusahaan pelumasnya telah menggunakan formulasi aditif yang tidak akan meningkatkan boundary friction dan keausan. Performance pelumas mesin bensin pada umumnya diukur oleh API atau ILSAC dari Amerika Serikat atau ACEA dari Eropa atau JASO dari Jepang. Pelumas-pelumas modern saat ini sebagian besar lulus SH, SJ atau SL walaupun beberapa generasi pelumas yang lama seperti SB, SC, SD dan SE masih tetap digunakan. Performance pelumas mesin diesel juga diukur dengan teknik yang hampir sama. Pelumas mesin diesel modern rata-rata telah lulus CF, CG atau CH-4 sedangkan pelumas yang lebih lama memenuhi performance CD atau CE. Karena beberapa pelumas mesin diesel dan pelumas mesin bensin mempunyai performance dan formulir yang sama, maka beberapa pelumas tersebut sering mempunyai rating S dan C yang menunjukkan bahwa pelumas tersebut dapat digunakan pada mesin bensin maupun mesin diesel. Beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan tren penggunaan pelumas sintetis terutama untuk pelumas mesin bensin. Pelumas-pelumas sintetis ini pada umumnya mengandung hidrokarbon sintetik dan polyalphaolefines (PAO). Pelumas sintetik mempunyai ketahanan oksidasi dibandingkan pelumas mineral. Pelumas seperti ini mampu bertahan dengan lebih baik pada temperatur operasi yang lebih tinggi. Satu prestasi yang luar biasa yang telah dibukukan dari meningkatnya kualitas pelumas mesin ini adalah masa pakai pelumas (drain interval) yang jauh lebih panjang daripada sebelumnya. Jika sebelumnya mekanik-mekanik bengkel hanya mengajukan penggantian pelumas sejauh 3.000 km, maka saat ini rekomendasi drain interval bisa mencapai 10.000 km atau bahkan 20.000 km. Khusus untuk mesin-mesin diesel kapal yang besar, belum terlalu mendapatkan tekanan lingkungan, walaupun tekanan yang sama mungkin juga akan terjadi beberapa tahun kedepan. Pada mesin diesel kapal yang besar sudah menjadi ketentuan pabrikan untuk menggunakan pelumas seperti pada saat service trial-nya sehingga seleksi pelumasannya menjadi lebih sederhana. Demikian juga dengan motor-motor yang beroperasi diperairan atau (light water craft) juga belum dikenai regulasi polusi yang terkait dengan perlindungan lingkungan. Namun tampaknya situasi tersebut juga akan berubah. Sebagian besar motor-motor yang beroperasi di perairan mengoperasikan mesin-mesin dua langkah (two stroke). Dan orang maklum bahwa sangat sulit untuk memperbaiki kualitas gas buangnya yang demikian jelek. Oleh karena itu akan ada kecenderungan untuk mengoperasikan mesin-mesin empat langkah pada aplikasi motor-motor yang beroperasi di perairan tersebut. Tidak akan mengherankan jika mesin-mesin yang sebelumnya dikembangkan sebagai mesin-mesin yang beroperasi di darat akan ditemui atau diaplikasikan juga pada mesin-mesin laut (marine).
 

E-Magazine

Suara Pembaca

Sosialisasi Hingga Tingkat Bawah
19/10/2009 | Surya Wijaya

KN-RCI membuat kami lebih aman dalam melakukan keg [ ... ]


Responsible Care Menambah Kontrol
19/10/2009 | Robertus Dwiriawan

Responsible care di perusahaan kami terintegrasi d [ ... ]


Shout Box

Latest Message: 3 months, 2 weeks ago
  • admin : oyyyyadvsd
  • samsudin : tes juga
  • admin : tes
  • Risp : Welcome to the shoutbox

Only registered users are allowed to post

Gallery Foto

Foto-bersama-Dewan-Redaksi Kunjungan-FKI-ke-Depdag-(16)-MAIL Tim-Bersama-Amir-Sambodo-2 Launching-Majalah-InfoKIMIA Tim-Bersama-Amir-Sambodo Tim-InfoKIMIA-foto-bersama-Rauf-Purnama1 Tim-InfoKIMIA-foto-bersama-Rauf-Purnama Frank-Moniaga-bersama-Redaktur-Pelaksana
9-Feb-2010 / 16:11 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9470.00 9320.00
SGD 6684.50 6555.50
GBP 14798.20 14507.20
AUD 8278.95 8109.95
JPY 106.19 103.56
EUR 13022.45 12787.45
SAR 2534.80 2475.80
sumber: KlikBCA.com

Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday37
mod_vvisit_counterThis week79
mod_vvisit_counterLast week191
mod_vvisit_counterThis month226
mod_vvisit_counterLast month1277
mod_vvisit_counterAll days4019

Facebook FanBox

Page Name on Facebook