|
Berita |
Kilas Berita
|
|
Pemerintah Indonesia menawarkan investasi di bidang panas bumi (geothermal) kepada pemerintah Selandia Baru guna mengembangkan sumber energi ramah lingkungan selaras dengan prinsip pertumbuhan hijau (green growth).
"Selandia Baru mempunyai teknologi geothermal, makanya kita berbicara dengan pihak mereka," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dwi-pihak dengan Perdana Menteri Selandia Baru John Key.
Hidayat mengatakan bahwa seusai pertemuan dwi-pihak, Presiden Yudhoyono memberikan arahan kepada para menteri untuk menitikberatkan sejumlah kerja sama dengan beberapa negara yang memang memiliki keahlian di bidang itu, misalnya Selandia Baru dengan energi panas bumi.
"Kita mau tawarkan investasi geothermal dari Selandia Baru, untuk 10 ribu megawatt, dan berikutnya 40% adalah geothermal yang ramah lingkungan," ujarnya.
Guna mengembangkan energi panas bumi, kata Hidayat pemerintah perlu segera menentukan kebijakan harga, sehingga pengusaha yang berminat dapat segera menghitung keberlanjutan investasi di bidang itu.
"Jika secara komersial layak maka bisa berlanjut, tapi kalau dari hitungan kurang ekonomis maka mereka tidak akan berani masuk," tukasnya seperti kutip Antara.
Saat ditanya tentang reaksi dari pemerintah Selandia Baru atas tawaran dari Pemerintah Indonesia, ia mengatakan bahwa Perdana Menteri John Key meminta Indonesia menentukan jenis pengembangan energi panas bumi yang diminati dan kemudian pemerintah Selandia Baru akan mendorong pihak swasta di Selandia Baru untuk menjajaki investasi di Indonesia.
"(Pembicaraan) belum menyangkut nilai karena kita sendiri belum menawarkan secara spesifik, hanya kita katakan kita menginginkan investasi di sektor geothermal," katanya seraya menambahkan bahwa selain menawarkan kepada Selandia Baru, Indonesia juga menawarkan investasi di bidang panas bumi kepada Jepang. (Bantolo)
|